Tampilkan postingan dengan label teroris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teroris. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Oktober 2009

Konspirasi Pemusnahan 93% Penduduk Dunia??

Bismillah

Sempet rame berita tentang gempa di Sumbar. Kemudian kedatangan 'seorang wanita' yang kontroversi. Kalo tadi di berita, ada lagi yang ngaku jadi nabi. *Astaghfirullah...*

Sedih, bingung, gelisah dan lain-lain. Mungkin sekarang hanya bisa memandang dari sisi negatif saja, tapi memang kebaikan amat dikit yang nampak.

Selalu berita musibah, nabi palsu, dan peristiwa yang membuat miris hati. Tapi, saking seringnya, jadi pura-pura tidak tahu atau memang tidak peduli.

Salah satu bagian karangan Andrea Hirata, kalau tidak salah Sang Pemimpi.

Saat Ikal baru datang ke Bogor, headline berita koran selalu sesuatu kejahatan yang tak pernah terbayang oleh mereka saat mereka di Belitong. Pembunuhan, perampokan, mutilasi dan sebagainya. Tapi lama-kelamaan dia biasa saja. Bahkan dimisalkan suatu hari membaca koran yang isinya berita pe******aan atas seorang nenek-nenek, menit pertama hanya geleng-geleng, menit kedua saat membalik lembar, sudah lupa dengan inisial nenek-nenek tadi.

Tapi yang bikin bingung sekarang adalah suatu isu global, bahkan cangkupannya internasional. Entah, tapi sepertinya hanya beredar di Indonesia atau ane yang males buka situs asing untuk melakukan 'tabayyun'.

Konspirasi Pemusnahan 93% Penduduk Dunia mulai 31 Desember 2009


Beneran bakal terjadi gak sih? Wallahu a'lam...

Pemusnahan beralasan makin menipisnya persediaan segala kebutuhan manusia yang ada dari bumi, diperkirakan hanya cukup untuk 500 juta manusia.

Mereka akan megurangi populasi dunia dengan cara:
Proyek Codex Alimentarius (http://www.codexalimentarius.net/web/index_en.jsp) secara global akan diimplementasikan pada 31 Desember 2009

Di bawah ketentuan Codex,
- semua sapi perah di muka bumi ini WAJIB diinjeksi dengan hormon pertumbuhan
- semua hewan ternak yang digunakan sebagai bahan makanan di planet ini harus disusupkan bahan anti biotik khusus dan hormon pertumbuhan buatan

Mereka akan menggunakan propaganda bahwa codex tdk berbahaya... tp justru sbg "costumer protection"..

trus bagi negara yg menolak utk menerapkan codex di negaranya, akan dikenakan sanksi ekonomi dr WTO...

kutipan dari http://www.healthfreedomusa.org/?page_id=157 (ngutip juga dari http://www.ngobrolaja.com/showthread.php?t=39941)

Kalau internetnya lagi lancar dan ada waktu, coba liat videonya:


Disebutkan juga itu salah satu tradisi pagan. Jika ini benar dilakukan, maka itu menunjukkan kelemahan manusia yang sekarang ini lebih menyandarkan diri pada diri sendiri ketimbang pada Allah.

Di video itu juga disebutkan juga 'mereka' yang 'mengganti' atau 'memperbaharui' 10 perintah (dari keyakinan yang mereka miliki). Hal itu bukankah berarti ketidakpercayaan pada hukum agama?

Tapi ada satu bagian dari video yang menyatakan, "Kepemimpinan Amerikalah yang bisa menyelamatkan populasi manusia di muka bumi ini." Bagian yang membuat keraguan.

Akhir dari video itu yang bagus, tentang kita yang tertipu oleh televisi (dan memperkuat keinginan ane, klo nanti ane gak pengen punya tv). Walau sebenarnya internet sendiri kadang juga sama aja...



Jumat, 21 Agustus 2009

Baru Baca Surat Itu...



Kata hati: "Kemana saja kau Firyan!!!"
Ane : "Iya nih, ane nyesel banget kurang merhatiin yang kayak beginian."

Masih masalah terorisme, masalah surat untuk si (nggak)Top(banget!)...

Ada apa sih?


Sebelumnya sebenarnya udah sering nemu blogger yang bertukar komentar dan udah bawa-bawa topik 'surat untuk M. Nurdin Top' dan perbincangannya mengarah ke pengincaran keyword...

Karena yang ane tangkep pada ngemanfaatin tuh keyword, jadi yang masuk di pikiran ya postingan biasa dengan keyword itu. Gak kebayang ternyata isi suratnya bener-bener sebuah pengungkapan apa yang disesalkan dari perbuatan sang Top.

Tau kan maksud ane postingan biasa? Palingan yang isinya singkat, cuman kata-kata yang pantesnya jadi pengantar, itu pun kependekan tapi dengan keyword yang ditebelin.

Tapi pas ane baca dari suratnya Pak Anas, bener-bener ane ikutan marah... Yah, sebelumnya marah juga sih, tapi ada hal-hal yang nggak kepikiran yang ada di dalam surat itu.

Seperti nasib akhwat berjilbab beneran (yang panjang) plus cadar yang diteriakin 'teroris' karena ulah pengebom...

Atau yang celananya ngatung ditambah hiasan indah jenggot sebagai sunnah...

Duh, andai mereka tau kedamaian dan prinsip-prinsip yang sesungguhnya, yang tentunya diketahui oleh mereka yang celananya ngatung dengan manhaj shahih. Ane emang belum paham seratus persen, tapi seenggaknya yang udah didapet menggambarkan kesempurnaan syariat...

Cuman, ya itu dia, yang ane dapet baru sebagian yang ama para teroris sesungguhnya bisa diputerbalik untuk ngejerat bocah ingusan kayak ane biar manut ngebom orang, Wal 'Iyyyadzu Billah...

Ane dukung gerakan anti terorisme, doakan ane dan saudara-saudara yang masih belajar biar gak jadi korban mereka...

Kamis, 20 Agustus 2009

Hati-Hati



Udah jauh emang kasus bom dan terorisme, tapi masih banyak yang bisa dibicarakan tentangnya.

Bosan? Dalam beberapa bagian iya. Bagian yang emang sering diulang dan capek dengarnya.

Tapi ternyata ada bagian lain yang menyangkut ama ane dan orang-orang yang kira-kira dibilang sama kayak ane.

Coba antum baca artikel "Rajin Pengajian kok Sesat?" dari Muslim[dot]or[dot]id.

Dari yang sering didengar, yang jadi pelaku lapangan teror bom adalah orang yang suka ikut pengajian, rajin ibadah, sopan, semangat dalam kegiatan keagamaan dan sebagainya.

Kok bisa? Klo jawaban pertanyaan ntu, klik link di atas!

Yang gaswat sekarang adalah, ane yang gak segitunya udah dikasih peringatan dari Bapak!

Ane yang menurut kacamata Bapak ane sering ikut mentoring ama Kakak alumni ditakutkan bisa terjerumus hal-hal kayak gitu.

Na'udzubillahi min dzalik!

*****************************************************************************************


Ane dengan yang sekarang yakin insya Allah gak bakal terjerumus ama yang kayak gitu.

Tapi siapa bisa duga?

Yakin, sepertinya hampir tiap orang yang sering ikut pengajian atau aktif di organisasi keagamaan jika diberi peringatan seperti itu dia merasa kesal dan merasa pasti tidak akan terjerumus.

Kita tidak tahu bagaimana upaya pendekatan yang dilakukan oleh orang yang terlibat sebagai otak teror untuk mencari 'korban' yang mau mengorbankan dirinya untuk bom.

Mereka pasti sudah sangat lihai dalam hal tersebut. Untuk ane sendiri sekarang harus menyimpan rasa tidak percaya bahwa diri tidak akan terjerumus dan rasa aman darinya.

Semoga Allah menguatkan hati dan membimbing jalan kita semua.

Tapi ternyata selain menjadi orang yang beraksi di lapangan, kita juga harus hati-hati dengan konspirasi dituduhnya kita.

Dalam hal ini, kita bisa saja menjadi korban tapi dengan bentuk lain. Apakah itu korban bomnya langsung, korban tertipu pemikiran salah yang ditanamkan atau korban konspirasi yang membuat nama kita tersangkut dengan terorisme.