Selasa, 10 November 2009

Dua Fitur Lainnya



Lanjutin ah, nulis tentang Wibiya! Abis baca postingan Kak Bri entah kenapa jadi emangat walau sekarang sakit.

Ohya, after my post about Wibiya.com, Wibiya mentioned me in it's tweet!



Tapi jadi serem setelah ngeliat lokasinya: Tel-Aviv!

Yah, karena udah terlanjur, lanjutin aja dulu tentang konfigurasinya.


Sekarang untuk pasang rss feed dan post navigator (karena sedikit pusing, ane singkat aja postnya ya).

Ya, tinggal pasang alamat rss postnya... Maaf, lagi beneran pusing nih!




Maaf bener nih...

Yang seru palingan Galeri Foto. Untuk fitur satu ini baru bisa pake akun Flickr. Yang ditayangin hanya satu set saja.

Jadi, untuk menuju sets pada akun Flickr, sesudah Log In, di atas kan ada menu 'YOU'. Klik lalu pilih 'Your Sets'. Pilih salah satu 'Set' lalu lihat nomornya.







Galeri Fotonya bagus!



Kita bisa memlih salah satu gambar untuk diperbesar.



Tampil deskripsinya juga, kan? Dengan begitu, kita bisa berbagi sedikit cerita tentang foto tersebut dengan menuliskannya pada bagian deskripsi saat mengunggah foto ke Flickr!

Jadi, bisa sekalian ber-photoblog!

Hanya saja seperti yang terlihat, widget berbasis Java-nya 'nembus'. Jadi klo emang pengen keliatan bagus (untuk di blog ini) dengan menggulung layar sedikit ke bawah.

*****


Ane nulis ini hari Senin saat izin dari sekolah karena sakit. Maaf karena gak serius nulisnya :(

Minggu, 08 November 2009

Konfigurasi Fitur pada Toolbar Wibiya 1



Masih tentang toolbar Wibiya Sekarang ane mau berbagi pengalaman sewaktu mengonfigurasi beberapa fitur toolbarnya.



Hanya beberapa kok, ane gak paham semua. Hanya yang ane pasang saja. Masih ada banyak hal dari toolbar ini yang ane kurang paham.




Yang pertama, fitur notifikasi. Fitur ini ane suka karena bisa dimanfaatkan sebagai Welcome Alert dari pada harus memasang Java Script. Tinggal masukkan ungkapan selamat datang dalam berbagai bahasa, masukkan link blog kita atau alamat situs mana saja di bawahnya dan diakhiri dengan mengklik tombol 'Submit'!



Notifikasi akan muncul secara otomatis di blog, hanya bagi orang yang baru mengunjungi blog kita. Keadaan lainnya adalah saat kita memperbaharui notifikasi, maka orang yang sudah mengunjungi blog kita sebelumnya dapat melihat notifikasi muncul secara otomatis pula. Maka kebalikannya, komputer yang sudah pernah mengunjungi blog kita dan kita pun belum memperbarui notifikasi, hanya bisa melihat notifikasi dengan mengklik tombol notifikasi (yang gambarnya mirip orang berdiri).

Maaf ya bagi yang memasang Welcome Alert menggunakan Java Script. Bagi ane lebih baik menggunaka fitur Notifikasi dari toolbar Wibiya ini dari pada harus memasang Java Script karena tidak terlalu mengganggu (dengan tiba-tiba pindah tab browser saat Welcome Alert muncul padahal kita sedang membuka tab lain sambil menunggu proses loading blog itu selesai dan harus menekan tombol 'OK'). Notifikasi ini juga hanya muncul sekali saat diperbarui saja sehingga memperlihatkan 'hidup'-nya penulis blog dalam mengurus blognya selain dari postingan terbaru. (Bagaimana menurut Anda?)

Selanjutnya adalah fitur Twitter. Untuk fitur ini, kita tinggal memasukkan nickname yang kita gunakan dalam Twitter



Selain itu, dengan fitur ini kita juga mempersilakan pengunjung untuk nge-tweet di blog kita. Ohya, yang kerennya lagi, selain memperlihatkan tweet kita seorang, fitur Twitter ini juga memperlihatkan tweet yang merupakan perbaharuan dari TwitterFeed saat kita memosting artikel baru. Jadi, klo mau seperti itu berarti kita juga harus menggunakan TwitterFeed. Coba lihat sisi kirinya!



Karena itu juga, ane menghapus feed twitter yang biasanya ada di atas.

Masih ada beberapa fitur lagi, tapi sekarang sudah sore dan ane belum mandi (tenang aja, gak terlalu bau kok :P ). Berhubung besok sudah mulai Senin, berarti jeda dengan posting berikutnya agak lama. Untuk Widget ini ane masih mau mosting dua artikel lagi. Satunya lanjutan konfigurasi, satunya cerita kenapa toolbar Wibiya ini keren dan fungsional untuk blog ini.

Sabtu, 07 November 2009

Toolbar Keren dari Wibiya.com



Alhamdulillah, akhirnya bisa posting tentang toolbar keren untuk blog dari Wibiya.com! Maklum, karena masih Newbie dan akan terus jadi Newbie, jadinya berasa seperti anak-anak jika melihat apalagi sampai memasang pernik keren nan fungsional di blog yang seadanya ini...





Nah, untuk memasang toolbar Wibiya ini di blog kita, kita harus
meminta undangan atau invitation dulu dengan cara mengklik tombol 'Get It Now'



Lalu mengisi form invitation request yang muncul dengan nama, email dan alamat blog atau website.



Sepertinya undangan baru datang beberapa hari setelah permintaan kita ajukan. Tenang, gak terlalu lama juga kok. Bahkan sebenarnya waktu itu ane sempat dikirimi email yang meminta konfirmasi apakah email undangan sudah diterima karena akun belum teraktivasi. Yah, waktu itu ane belum sempat ngonlen lagi sih...

Setelah email undangan diterima, masukkan email dan susunan huruf+angka yang dikirim pada isian masing-masing yang tersedia di sebelah form request tadi.

Nah, selanjutnya cara memasang toolbar Wibiya pada blog atau website adalah tinggal mengikuti langkah-langkahnya!

Pertama, tentukan tema atau warna yang sesuai dengan blog atau situs. Ane sendiri memilih 'Dark Red' karena sepertinya memang cocok untuk blog ini. (Gimana? Benerkan?)



Lalu, pasang!



Dan untuk yang platform blog atau situsnya lain dari ketiga platform yang tersedia, ada pilihan yang paling bawah. Klik, lalu di sebelah kanan akan muncul kode untuk dipasang serta petunjuk sedikit.



Untuk di Blogger, walau kotak kodenya diletakkan di atas, toolbarnya tetap muncul dari bawah kok, jadi gak usah masang di footer. Cuman ya gak usah dikasih judul 'Toolbar Wibiya' pada tampilan untuk memasukkan kodenya.



*****


Sekian berbaginya kali ini tentang toolbar seru ini. Sebenarnya ada beberapa hal lagi yang ingin dibagi yang seru dari widget ini. Di antaranya cara konfigurasi notifikasi, twitter, artikel terkini, dan yang paling ane suka galeri foto.

Bagaimana mengonfigurasi hal-hal di atas? Insya Allah lain posting kita bertemu kembali :D

Rabu, 04 November 2009

Let's Run!!!



Ada yang mau ikut berlari? Ayo!

Berlari, seperti larinya mereka. Keempat anak dalam novel 'Mengejar Mentari'.

Ya, dalam novel itu, empat anak tadi memiliki permainan yang unik dan istimewa. Aku tidak membacanya secara pasti. Tapi yang masih aku pahami dari permainan mereka gambarannya seperti ini:

Di jalanan lurus yang kala sore atau pagi terlihat mentari di salah satu ujungnya, mereka berempat berlomba, berlari, mencoba menuju matahari yang terlihat. Berlari sekuat mungkin meninggalkan yang lain. Berlari terus hingga tiada akhir kecuali akhir jalanan itu. Karena matahari di depan mereka, tidak akan pernah terjangkau. Tapi mereka menikmatinya sebagai kegiatan yang mengeluarkan energi, memacu adrenalin, karena mereka akan terus berlari sekuat tenaga sampai kehabisan napas... Sampai semuanya kelelahan dan permainan berakhir.

Ayo berlari di atas lintasan kehidupan ini. Dan kita benar-benar mengejar mentari itu. Walau tahu tidak akan pernah mencapainya, tapi matahari itu memang ada...

Karena aku menerjemahkannya dengan pikiran seorang remaja belasan tahun yang tengah labil.

Kehidupan ini adalah lintasan tanpa batas, kecuali akhir keberadaan dunia ini-kiamat. Dan matahari itu adalah kebahagiaan hakiki.

Kita terus harus berlari mengejarnya, walau mengerti bahwa kebahagiaan hakiki tidak akan kita dapatkan di atas lintasan ini. Suatu saat, sebelum lintasan habis kita lalui, kita akan kehabisan napas dan tenaga, terjatuh dan tak akan bangkit lagi.

Tapi kita memang harus terus berlari. Apakah ada yang bertanya mengapa? Karena mungkin terdengar aneh, kita harus berlari, di atas lintasan ini, walau mentari itu tak akan pernah tergapai...

Dan harus segera kukoreksi, 'mentari itu tak akan pernah tergapai... di atas lintasan ini'.

Tentu saja karena lintasan ini hanya arena yang menentukan seberapa keras kita berusaha, sekencang apa kita berlari. Dan, satu lagi yang fatal jika tidak diperhatikan, apakah benar jalur berlari kita?

Baiklah, ini memang jalanan lurus, tapi sebagaimana lintasan para pelari olimpiade, memiliki garis. Garis tempat mereka memacu stamina. Garis yang mungkin kita akan lalai sehingga melampauinya.

Dan, kuakui, sebuah pemaksaan analogi terhadap kehidupan.

Mari! Kita teruskan berlari!

Meneruskan kehidupan dengan semangat penuh. Merasakan angin yang menerpa wajah. Dengan petunjuk yang ada, sesuai jalur yang tersedia. Jalur yang jelas, pasti.

Bukan berlari dari masalah, tapi lari menerobos permasalahan yang ada! Terobos dengan menyelesaikannya!

Walau mungkin ini tak jelas, aku ingin berlari sekencang mungkin!