Tampilkan postingan dengan label gw aneh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gw aneh. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 September 2011

khayalan ba'da lebaran: 'kapsul'

بسم الله الرحمن الرحيم
Alhamdulillah, nyampe Jogja lagi. Setelah 5 hari berlebaran di Kebumen, ketemu sanak sodara, walhamdulillah.

Btw, itung-itung belum ada 7 hari dari lebaran, jadi



 TAQABBALALLAHU MINNA WA MINKUM!!

Ohya, sejak beberapa tahun lalu ane mempertanyakan keistimewaan Ramadhan dan lebaran. Tentu Ramadhan dan Idul Fitri istimewa, tapi... Entah kenapa rasanya kita yang bebal memaknai keistimewaan tersebut. Keistimewaan yang ada hanya sebuah rutinitas tahunan. Makanya pas mau masuk lebaran ane sempet sms ke temen-temen tentang sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bahwa celaka orang yang tidak mendapat ampunan padahal dia berjumpa dengan Ramadhan.

Gitu juga dengan keistimewaan 1000 bulan Lailatil Qadr. Padahal yang pernah ane baca kalo gak salah tangkep, keistimewaan adanya malam itu bagi umat Muhammad ini tidak lain untuk menandingi ibadah orang-orang dahulu yang usianya ratusan bahkan ribuan tahun. Kalo umur kita yang paling lama aja seratuslimapuluhan atau sekitar itu, ibadah kayak gini dan gak nyari keutamaan lailatal qadr?

Makanya, ada postingan menarik dan sayang aja baru mosting sekarang

Spoiler:


Sungguh Pede Sekali!

Sungguh PeDe sekali
Orang yang ketika Idul Fitri
Merasa sudah suci
Dosa-dosa tak bersisa lagi
Dan kembali seperti bayi

Padahal ia puasa sekedar ikut tradisi
Shalat tarawih cuma beberapa hari
Baca Qur’an hanya sesekali
Sedekahnya ingin dipuji
Larangan agama pun tak dijauhi

Lailatul Qadar, ia tak peduli
Sibuk pikirkan gaji bulan ini
Katanya untuk baju anak-istri
Kalau halnya begini
Mungkinkah dosa-dosa diampuni?

Eh, ketika Idul Fitri
Ia merasa sudah suci
Dosa-dosa tak bersisa lagi
Dan kembali seperti bayi
Sungguh PeDe sekali

(Sumber: Sungguh Pede Sekali!)

Ane merasa udah menyia-nyiakan Ramadhan tahun ini. Tapi, pas mau berharap disampaikan Ramadhan tahun depan, takut waktu antara dua Ramadhan malah berisi dosa, dan Ramadhan tahun depan sama aja.

Oleh karena itu, ada kutipan dari sms tahniah Idul Fitri dari 'adik perempuan' ane yang mengena buat ane:

n semoga ketaqwaan tak surut walau meninggalkan Ramadhan

Hm, kira-kira gitu. Tapi ane lupa aslinya karena smsnya udah diapus.

Ohya, perjalanan ke Jogja tadi, ane naik angkutan tiga perempat yang kayaknya nekat ngambil trayek ke Jogja. Karena emang bus-bus pada penuh, sehingga mungkin mereka melihat kesempatan bagus. Mana tarifnya lumayan, trus maksa lagi masukin penumpang. Taukan maksud maksa di sini? Jadi, udah jejel-jejelan di dalem, masih aja nyari penumpang lain. Trus, kayaknya keneknya gak terlalu paham daerah sekitar Jogja. Jadi sempet salah belokan. Hahaha.

Untung ada temen smsan, jadi pikiran teralihkan ke cerita hidup sang temen yang mau ikut LDK tanggal 6 ini insya Allah. Seperti biasa, arah pembicaraan ngalor-ngidul tapi lumayan ngebangun mood.

Nah, karena pas nyampe Jogja relatif sepi, dengan mood kayak gini, ane iseng jalan-jalan. Gak menarik amat sih tujuannya, cuma ke Maskam untuk shalat Maghrib di sana. Tapi enak aja jalan kaki sore-sore pas keadaan masih sepi, ngeliatin aktivitas di lembah UGM.

Pas gini nih, serasa gak ada beban, jalan ke tujuan danpa dipedulikan orang-orang. Asik menikmati sebagai penonton dan sehat pula!

Dulu waktu baru-baru di Jogja, niatnya pengen sering-sering jalan dari kosan ke kampus. Tapi karena kegiatan juga, dan mungkin rasa males yang datang, jadi jarang banget. Mudah-mudahan semester ini bisa, karena ngarep juga dari jalan kaki tadi, kesehatan dan stamina membaik.

Masalahnya kalo udah di kampus trus ternyata harus ke tempat lain yang lumayan jauh sedang motor di kosan dan waktu mepet. Kalo ke kosan dulu, pasti gak kekejar. Masa harus ngorbanin kebiasaan jalan kaki, bawa motor terus biar mobilitas tinggi?

Ane mengkhayal ada teknologi 'kapsul' yang kayak di kartun Dragon Ball dulu, tau kan? Teknologi yang nyimpen kendaraan di kapsul kecil. Jadi kita enak. Jalan kaki sesukanya, tapi kalo dibutuhin ya tinggal ngebanting kapsulnya dan muncullah kendaraan kita. Selain itu, bisa ngehemat lahan parkir lagi!

Haha. Mungkin gak sih?

Well, namanya juga khayalan. Sekarang udah ada sih sepeda lipet, tapi tetep aja berat dan repot, mana belum punya (dan harganya relatif mahal bagi ane lagi!).

Tapi, emang kalo ada teknologi 'kapsul', biayanya gak mahal?

Uh, ribet juga kalo mau nyelarasin kenyataan dan khayalan. Bikin ngantuk aja, hahaha.

Sekian, oyasuminasai! Wassalamu'alaikum.

Minggu, 21 Agustus 2011

curhat karena status temen tentang cinta

بسم الله الرحمن الرحيم


Langsung saja, saya ingin mengungkapkan sesuatu. Sesuatu itu tentang cinta.

Akhirnya…

Rasanya dulu ada yang menahan-nahan diri untuk membahas soal ini. Kalau pun lagi tidak ada rasa tertahan oleh diri dan banyak yang bersliweran di otak, posisi tidak di depan komputer atau laptop dan ketika tatap muka-monitor, hilanglah semua baik yang tadi berslieweran, juga mood untuk membahas.

Aneh ya…

Baik, masuk ke inti, ada tiga gambar yang ingin saya perlihatkan



Apa yang ada di pikiran Anda setelah membaca status-status dari dua teman saya yang tentu saja tidak jauh-jauh dari 'cinta'?

Well, saya tidak tahu dan saya rasa tidak berpengaruh pada saya kecuali Anda mau berbagi di kotak komentar.

Untuk saya sendiri, rasa yang timbul ketika menjadi dua orang teman saya yang memasang status tadi itulah yang mendorong saya menulis tentang cinta. Bukan indahnya, rasa rindunya, atau yang lain, kecuali rasa sakit.

Anda yakin tidak akan mengalami apa yang dialami kedua teman saya?

Sebelumnya, saya harap saya sudah cukup sopan menjaga privasi kedua teman saya dan tidak membuat keduanya tersinggung berhubung keduanya adalah teman yang berharga.

Kembali ke rasa sakit, saya sudah beberapa kali juga menemui kenyataan beberapa teman yang kiranya mengalami hal sejenis dalam cerita cinta mereka dan lebih kurang membuat mereka merasakan sakit yang sama.

Saya hanya merenung mengetahui keadaan mereka. Dan saya kira saya selalu sukses membuat diri saya sendiri cukup merasa sakit ketika membayangkan jika saya mengalami hal yang mereka alami. Oh, maaf, tentu rasa sakit yang saya dapatkan tidak seberapa dibanding mereka yang mengalami langsung.

Dalam keadaan saya yang sekarang dan dengan cara pandang saya, saya berusaha memikirkan cara agar selamat dari mengalami itu semua. Rasa sakit yang saya derita dari hanya membayangkan sudah cukup menyiksa saya, sungguh.

Tapi, setelah saya renungi, bagaimana pun solusi yang terpikirkan, selalu ada kemungkinan untuk mengalami hal serupa dan merasakan sakit yang sama. Siapa pun.

Saya tidak tahu bagaimana menjelaskan proses berpikir saya. Tapi, begini saja: ketika saya merasa menemukan solusi, saya berusaha menempatkan diri dari sudut pandang lain demi mencari-cari celah sehingga solusi tadi masih mungkin menghadapi suatu kejadian yang membuat tetap saja rasa sakit dialami. Buruknya, saya selalu mendapatkan celah tersebut.

Ah, bertanya-tanyalah saya. Apakah ini karena pikiran saya saja. Tapi kalau ditimbang, kemungkinan-kemungkinan tadi tetap masuk akal untuk terjadi. Oh, ya, tentu dengan akal saya. Maaf.

Kalau Anda punya nasehat untuk saya, saya sangat berterima kasih Anda mau menyampaikannya.

Saya sendiri setelah agak putus asa dengan kesimpulan yang saya dapatkan, tetap saja selalu tertarik untuk dapat mengalami kisah cinta yang indah. Keindahan yang mungkin dibayangkan sering kali membuai saya. Tapi rasa sakit yang membayang pun sering hadir sehingga tak jarang terjadi kontroversi yang terjadi dalam diri dari kedua hal tadi.

Tak adakah jalan untuk mendapatkan kebahagiaan itu…?

Ternyata ada dan saya pikir saya sendiri sudah agak jauh untuk bisa mengikuti jalan itu.

Saya harap Anda tidak kemudian berpikir untuk menyepelekan jalan tersebut ketika saya sebut bahwa jalan tersebut adalah jalan yang sesuai dengan Islam.

Selain itu, bukan berarti dengan jalan yang sesuai Islam tidak akan ada celah untuk terjadinya hal-hal seperti di atas atau kita kebal dari rasa sakit yang menjadi dampak.

Lalu?

Paling tidak ada beberapa hal, yaitu, rasa sakit berkurang atau rasa sabar bertambah karena orientasi hubungan antara lawan jenis dalam Islam adalah beribadah, juga prinsip-prinsip tawakkal diajarkan dan ketika sudah berusaha menempuh jalan yang disediakan dengan mengharap ridha Allah, rasa sakit dan kesabaran terhitung sebagai kebaikan yang kelak mendapat balasan.

Saya berharap keimanan saya cukup kuat untuk itu.

Dan, seperti saya bilang, saya rasa sudah agak jauh dari jalan itu dan mencoba mendekat. Sembari mendekat, rasanya saya juga seperti menyerahkan diri untuk merasakan sakit tersebut, entah mengapa..

Yah, saya pikir saya sendiri masih terlalu dini untuk merasakan galau karena hal ini.

Senin, 31 Mei 2010

Hal Unik (Bagi Ane) dalam Perjalanan Kmaren

بسم الله الرحمن الرحيم





Dari Jepretan
Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh!!

Apa kabar? Kayaknya cukup baik untuk internetan dan mampir di blog ini :)

Ada beberapa hal menarik (bagi ane) yang ane temui kmaren dalam perjalanan ke, di dan dari Jogja. Tujuan ane ke sana (bareng keluarga) adalah daftar sekalian tes untuk dapet tempat di sebuah kos-kosan yang sekalian tempat belajar Islam. Jadi ane mau jadi santri mahasiswa ceritanya.

Ini dia:

Dari Jepretan

Pohon ini ada di alun2 Jogja. Lupa lornya atau ngidulnya (utara atau selatannya, hehe). Apa yang aneh?

Sebenarnya ada dua pohon.

Dari Jepretan

Nah, katanya klo kita jalan ke tengah di antara dua pohon itu dengan ditutup matanya maka kita gak akan pernah nyampe, selalu ke samping. Selama yang ana liatin emang jarang yang berhasil. Orang yang udah jalan lurus hampir nyampe tiba-tiba ragu trus belok. Tapi ane ragu dan harus ragu. Gak boleh ada keyakinan apa-apa bahwa pohon tersebut ada 'sesuatu'-nya yg bikin kayak gitu. Tapi cukup unik.

Selanjutnya ditemui secara nggak sengaja. Karena nyari tempat nginep sana-mari selalu dapetnya
Dari Jepretan

Trus kami dikasih tau tempat nginep yang sebenarnya rumah warga tapi biasa dipake nginep. Abis beres-beres, jalan-jalan dikit sekitar rumah tersebut dan nemu
Dari Jepretan

Jadi sekalian aja coba liat ke sana. Rupanya pemakaman warga tapi ada makam beliaunya. Di pintu tertulis
Dari Jepretan

Ane liat yang nomor enam. Sesuai kan kayak hadits?

Imam Muslim dalam Shahihnya meriwayatkan, dari Jundab bin Abdullah Al-Bajali, bahwa ia berkata, Lima hari sebelum Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam meninggal, aku mendengar beliau bersabda.

"(Artinya) Sesungguhnya aku telah meminta kepada Allah agar aku mempunyai khalil di antara kalian, karena Allah telah menjadikan aku sebagai khalil(Nya) sebagaimana Allah telah menjadikan Ibrahim sebagai khalil(Nya). Seandainya aku (dibolehkan) mengambil seorang khalil dari umatku, tentu aku menjadikan Abu Bakar sebagai khalil(ku). Ingatlah sesungguhnya orang-orang sebelum kalian telah menjadikan kuburan-kuburan para nabi dan orang-orang shalih mereka sebagai masjid-masjid. Ingatlah, janganlah kalian menjadikan kuburan-kuburan sebagai masjid-masjid, sesungguhnya aku melarang kalian melakukan itu". [Hadits Riwayat Muslim dalam Al-Masajid 532] diambil dari sini

Tapi di dalamnya tetap ada...
Dari Jepretan

Btw di dalemnya bener ada
Dari Jepretan

Dari Jepretan

Selanjutnya ane temui pas lagi nyari2 kaos. Jogja lumayan dikenal ama kaosnya yang cukup unik, ya kan? Di antara gambar-gambar lucu itu ane nemu saran bagus dalam perawatan kaos
Dari Jepretan
Saran terakhir sangat bagus kan? Hehe

Nah, ada lagi. Yang satu ini ada di SPBU Candi Mas dalam perjalanan Jogja-Purwekerto.
Dari Jepretan

Apa itu?

Dari Jepretan

Haha, lumayan ternyata. Enak juga mukul2 dikit pas rehat di jalan.

Segitu aja. Maaf sangat berantakan.

Selasa, 06 April 2010

Air Mancur Depan Ruang Ujian

بسم الله الرحمن الرحيم

Dari Jepretan
Hehehe, ginilah klo lagi agak ngeblank di pagi hari menjelang ujian. Duduk sendiri menghadap kolam. Jepret asal ke arah objek yang diminati. Masih agak ngantuk. Walau diniatin dateng pagi biar belajar dulu di sekolah, ane gak langsung buka buku pas dateng di ruang ujian. Bahkan naro tas pun belum.

Karena belum banyak orang, ane nyempetin sekitar lima belas menit nongkrong di pinggir kolam depan ruang ujian. Ngeliatin air yang menyembur ke atas dengan suatu kecepatan. Kecepatan itu mengalami perlambatan negatif karena arah gaya dorong pompa berlawanan arah dengan gaya gravitasi. Pada ketinggian tertentu air mulai melengkung kemudian kehilangan kecepatannya sesaat pada puncak lengkungan. Sesaat, hanya sesaat, sepersekian detik air mengalami resultan gaya sebesar nol selanjutnya ia langsung mendapat percepatan ditarik gaya gravitasi meluncur ke permukaan air di kolam.

Peristiwa itu terus berulang pada air yang secara simultan tersembur membentuk sebuah parabola. Parabola yang bermula dari pipa dan berakhir pada permukaan air kolam. Saling membentur membentuk gelombang transversal melingkar.

Tenang, itulah sensasi yang terasa. Terdiam mengamati dan tak bosan menikmati. Padahal air mancur dan kolam ini biasa, dilewati lalu lalang tiap hari selama masa ujian (dan udah lebih dari tiga kali masa ujian). Tapi jika sudah sendiri di pagi hari maka tak bisa berhenti memandangi.

Kontinuitas sederhana bagiku tampak luar biasa.

Memang tidak menghilangkan gundah gulana akan ujian hari itu. Dan, ya, kalau tidak ingat materi ujian yang belum kukuasai mungkin aku akan terhipnotis duduk memandangi terus sampai pukul delapan.