Sabtu, 26 Desember 2009

Menyucikan Allah

بسم الله الرحمن الرحيم


Suatu hari termenung di pojokan masjid. Menatap keluar, memandangi pepohonan dan bunga-bungaan yang tertanam. Sebelah sana lagi banyak anak bermain sepak bola. Sedangkan diri ini sedang ingin sendiri, merenungi sesuatu.



Apa arti menyucikan Allah?

Apakah Allah memiliki kekurangan atau hal yang perlu disucikan dari-Nya?

Astaghfirullah... Setan membisikan hal yang buruk. Teringat hadits yang menyebutkan tentang hal ini. Was-was. Ketika tiba-tiba terbetik oleh kita, "Siapa yang menciptakan alam semesta ini beserta isinya?" Maka terjawab, "Allah," namun kemudian bisikan selanjutnya datang, "Lalu siapa yang menciptakan Allah?"

"Syetan akan datang pada salah seorang kamu, lalu berkata : “Siapakah yang menciptakan demikian ? Siapakah yang menciptakan demikian? Siapakah yang menciptakan demikian?” Sehingga dia bertanya : “Siapakah yang menciptakan Tuhanmu?” Apabila ia sampai demikian, maka hendaknya memohon perlindungan kepada Allah dan menghentikannya”


Hadits ini dikeluarkan oleh Al-Bukhari (2/321), Imam Muslim dan Ibnu Sunni. Diambil dari sini.

Tapi untuk 'menyucikan Allah' hati ini seperti menjawabanya. Menghubungkannya dengan suatu hadits tentang prasangka hamba tentang Rabbnya. (Sayang belum menemukan hadits atau terjemahan).

Ternyata menyucikan Allah bukan berarti menyucikan Dzat-Nya. Menyucikan Allah ternyata menyucikan prasangka kita terhadap-Nya. Karena sering kali kita tanpa sadar, walau hanya sedikit, tergelincir memiliki prasangka yang tidak baik terhadap Allah. Dan ternyata ini juga yang menyebabkan kelalaian dalam beramal.

Ketika menyepelekan suatu amalan yang saat itu utama dilakukan, bukankah saat itu juga menganggap ada hal lain yang lebih baik dari pada yang Allah janjikan bagi hamba-Nya yang melaksanakan?

Ketika melakukan suatu dosa dan menganggap hal itu kecil, saat itu pula kita menyepelekan peraturan Allah. Hanya melihat 'kadar' dosa, melupakan hikmah larangan yang Allah tetapkan.

Allah tidak pernah salah, sempurna dari segala kekurangan. Tapi kita yang sering kali lupa, lalai bahkan di sana ada orang-orang yang mengingkari keberadaan Rabb semesta alam.

Wallahu A'lam.
Ya Allah, maafkan atas segala kesalahan. Tunjuki jalan untuk perbaikan. Beri taufik untuk segera melaksanakan.

Syukran untuk Harun 'Eyyarz' yang nyindir ane gara-gara lama gak posting.