Rabu, 09 Januari 2013

'Perjalanan' Unik Wanita Menuju Surga

بسم الله الرحمن الرحيم

Kali ini ada nasehat, khusus untuk perempuan, dari sebuah status milik akun Ust. Aris D. Ansah

BELUM MENGERTI: Berbeda dengan kaum pria, wanita punya cara unik, khas, identik, dan spesial dalam menempuh 'perjalanan'nya menuju surga. Berbeda dengan laki2 yg (secara syariat) lebih banyak 'terbebani'. Laki2 didorong tuk sholat berjamaah di masjid, sholat jumat, Jihad dll yg tentunya tidak di'bebankan' kepada wanita. Laki2 punya kewajiban menafkahi keluarga, dan berdosa jika tidak menelantarkan, atau mengabaikan kewajibannya.

Bagi wanita, ada sebuah hadits yg menjadi kabar bahagia bagi mereka:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktunya, melaksanakan shaum pada bulannya, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja ia kehendaki.” (HR Ibnu Hibban)

Dari beberapa point di atas, point ketaatan pada suami itu yang sering terabaikan, atau tidak disikapi sebagai sebuah bagian dari beban syariat sebagaimana sholat dan puasa.

Berat...sungguh berat tuk selalu berbakti kepada suami. Kadang suami egois, kadang suami menjengkelkan, kadang mentaati suami benar2 melelahkan. Tetapi suami tetaplah suami...tidak dibebankannya beberapa syariat sebagaimana beban para suami, hendaknya itu disadari sebagai beban syariat pengganti. Sekali lagi berat...sungguh berat... Tapi coba kita simak hadits berikut:

Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda bahwa beliau melihat wanita adalah penghuni neraka terbanyak. Seorang wanita pun bertanya kepada beliau mengapa demikian? Rasulullah pun menjawab bahwa diantarantanya karena wanita banyak yang durhaka kepada suaminya. (HR Bukhari Muslim)

DURHAKA...yups, mereka kadang lupa bahwa suami adalah SURGA dan NERAKA baginya. Sebagimana seorang anak kepada kedua orang tuanya. Bahkan jika dibolehkan (sebagaimna dlm sebuah hadits) dikatakan wanita itu layak tuk bersujud kpd suaminya.

"Ok...ok...kami kaum wanita mengerti, tapi suami itu harus juga bisa ngerti kami, begini dan begitu kepada kami, harus gitu gini kepada kami..."

Mbak...jeung...itulah harga yang harus sampean tunaikan. Sadarkanlah suamimu jika salah, bersabarlah dengan suamimu jika keliru...berat, sungguh berat, tapi itulah jalan surga. Dan jalan ke surga. Memang ditaburi oleh sesuatu yg membutuhkan perjuangan.

"Kami faham, kami ngerti...tapi..bla bla bla.."

"Permisi memotong, jika seperti itu ...sepertinya anda memang BELUM MENGERTI"

------------------------------------------------------------------------------------

Untuk laki-laki mana? Ada di post selanjutnya! :D