Selasa, 06 April 2010

Air Mancur Depan Ruang Ujian

بسم الله الرحمن الرحيم

Dari Jepretan
Hehehe, ginilah klo lagi agak ngeblank di pagi hari menjelang ujian. Duduk sendiri menghadap kolam. Jepret asal ke arah objek yang diminati. Masih agak ngantuk. Walau diniatin dateng pagi biar belajar dulu di sekolah, ane gak langsung buka buku pas dateng di ruang ujian. Bahkan naro tas pun belum.

Karena belum banyak orang, ane nyempetin sekitar lima belas menit nongkrong di pinggir kolam depan ruang ujian. Ngeliatin air yang menyembur ke atas dengan suatu kecepatan. Kecepatan itu mengalami perlambatan negatif karena arah gaya dorong pompa berlawanan arah dengan gaya gravitasi. Pada ketinggian tertentu air mulai melengkung kemudian kehilangan kecepatannya sesaat pada puncak lengkungan. Sesaat, hanya sesaat, sepersekian detik air mengalami resultan gaya sebesar nol selanjutnya ia langsung mendapat percepatan ditarik gaya gravitasi meluncur ke permukaan air di kolam.

Peristiwa itu terus berulang pada air yang secara simultan tersembur membentuk sebuah parabola. Parabola yang bermula dari pipa dan berakhir pada permukaan air kolam. Saling membentur membentuk gelombang transversal melingkar.

Tenang, itulah sensasi yang terasa. Terdiam mengamati dan tak bosan menikmati. Padahal air mancur dan kolam ini biasa, dilewati lalu lalang tiap hari selama masa ujian (dan udah lebih dari tiga kali masa ujian). Tapi jika sudah sendiri di pagi hari maka tak bisa berhenti memandangi.

Kontinuitas sederhana bagiku tampak luar biasa.

Memang tidak menghilangkan gundah gulana akan ujian hari itu. Dan, ya, kalau tidak ingat materi ujian yang belum kukuasai mungkin aku akan terhipnotis duduk memandangi terus sampai pukul delapan.